Home / Berita / BIMWIN: Meraih Impian Keluarga Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah

BIMWIN: Meraih Impian Keluarga Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah

Bimbingan Perkawinan Mandiri Bagi Calon Penganting Pra Nikah

GHANDEWA.News, Kotaanyar – Dalam rangka membekali calon pengantin menuju kehidupan rumah tangga yang harmonis dan bahagia, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kotaanyar menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin Pra Nikah pada Senin (6/9) bertempat di ruang pernikahan KUA Kotaanyar. Kegiatan ini diikuti oleh 16 pasang calon pengantin yang dengan antusias mengikuti setiap sesi materi yang disampaikan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala KUA Kotaanyar, Drs. Imam Asy’ari, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan mental dan spiritual dalam membina rumah tangga. “Pernikahan bukan hanya penyatuan dua insan, tetapi juga penyatuan dua keluarga dan tanggung jawab besar dalam menggapai ridha Allah,” ujarnya.

Bimbingan ini dipandu oleh Sayidina Ali, S.H., penyuluh agama Islam KUA Kotaanyar, bersama para penyuluh lainnya. Hadir pula Koordinator KB Kecamatan Kotaanyar bersama dua orang pegawai yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan pembinaan ini sebagai wujud sinergi lintas sektor dalam membina ketahanan keluarga.

Materi pertama disampaikan oleh Syaifullah, S.Pd.I dengan tema “Suami Istri Ibarat Pakaian yang Saling Melengkapi”, terinspirasi dari firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 187. Dalam penjelasannya, Syaifullah menggambarkan bahwa hubungan suami istri harus dibangun atas dasar saling menutupi kekurangan dan memperkuat kelebihan masing-masing. “Sebagaimana pakaian yang melindungi tubuh, pasangan hidup pun harus menjadi pelindung dan penyejuk bagi pasangannya,” tuturnya.

Menambahkan dari materi tersebut, Sayidina Ali, S.H. menyampaikan pentingnya memahami lima pilar utama dalam membangun rumah tangga, yaitu:

  1. Zawaj (berpasangan),
  2. Mitsaqon Gholidzo (janji yang kokoh),
  3. Mu’asyaroh bil Ma’ruf (saling berbuat baik),
  4. Musyawarah (senantiasa berdiskusi), dan
  5. Taradhin (saling ridha, rela, dan menyenangkan).

“Sakinah, mawaddah, dan rahmah tidak datang dengan sendirinya, tetapi membutuhkan usaha dan ikhtiar dari kedua belah pihak untuk mewujudkannya,” tegas Ali di akhir penyampaiannya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para calon pengantin tidak hanya memahami aspek hukum dan administratif pernikahan, tetapi juga memiliki bekal nilai-nilai moral, spiritual, dan emosional dalam membangun rumah tangga yang kokoh, harmonis, serta diridai oleh Allah SWT. [V-5]

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *