Home / Berita / MENGETUK PINTU WATUGAJAH: Langkah Bersama Membangun Sinergi KUA dan Tokoh Agama

MENGETUK PINTU WATUGAJAH: Langkah Bersama Membangun Sinergi KUA dan Tokoh Agama

Kunjungan Tokoh Agama Desa Watugajah Bapak Muzammil

GHANDEWA.News, Probolinggo — Dalam upaya memperkuat peran tokoh agama dalam pembangunan masyarakat, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kotaanyar bersama para penyuluh agama Islam melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Bapak Muzammil, tokoh agama Desa Sambirampak Kidul yang lebih dikenal dengan sebutan Desa Watugajah, pada awal pekan ini.

Kunjungan tersebut diinisiasi oleh pengelola admin KUA Kotaanyar, Moh. Fadlur Rohman, dan diikuti oleh empat penyuluh agama Islam yakni Slamet Hariyanto, Moh. Nasih Hasani, Syaifullah, dan Sayidina Ali. Adapun tema yang diangkat dalam pertemuan ini adalah “Membangun Sinergitas KUA bersama Tokoh Agama dalam Rangka Menurunkan Angka Perkawinan Usia Anak.”

Menurut Moh. Fadlur Rohman, kegiatan ini merupakan bagian dari langkah KUA untuk memperkuat kolaborasi dengan para tokoh agama di tingkat desa.

“Tokoh agama memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat. Dengan bersinergi, kita berharap pesan-pesan edukatif tentang bahaya perkawinan usia anak dapat tersampaikan secara efektif kepada warga,” ujarnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, para penyuluh agama turut berdialog mengenai kondisi sosial dan tantangan yang dihadapi masyarakat desa, khususnya dalam hal peningkatan kesadaran hukum dan agama terkait usia perkawinan. Dalam dialog tersebut, para penyuluh menyampaikan berbagai program KUA yang tengah digalakkan, salah satunya adalah upaya menekan perkawinan usia anak. Mereka menjelaskan, banyak persoalan keluarga yang bermula dari kurangnya kesiapan calon pengantin, baik dari sisi emosional maupun ekonomi. “Pendidikan keluarga dan bimbingan pranikah menjadi kunci penting untuk mencetak keluarga yang harmonis,” ujar Ali, salah satu penyuluh, dalam perbincangan tersebut.

Sementara itu, Bapak Muzammil menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung program pemerintah melalui KUA.

“Saya siap mendukung segala bentuk program pemerintah dan akan menyampaikan pesan ini kepada masyarakat. Karena sesungguhnya, mencegah perkawinan usia anak adalah bagian dari menjaga masa depan generasi kita,” tegasnya.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol penguatan sinergi antara KUA dan tokoh agama dalam membangun masyarakat yang lebih sadar hukum, berilmu, dan berakhlakul karimah.

Dengan adanya kolaborasi ini, KUA Kotaanyar berharap peran tokoh agama dapat semakin optimal dalam mendukung upaya penurunan angka perkawinan usia anak, khususnya di wilayah Desa Watugajah dan sekitarnya. [ V-5.info/Ghandewa.News ]

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *