Home / Berita / Pembinaan Rohani di Rutan Kelas IIB Kraksaan Oleh Penyuluh Agama Kemenag Kab. Probolinggo

Pembinaan Rohani di Rutan Kelas IIB Kraksaan Oleh Penyuluh Agama Kemenag Kab. Probolinggo

Pembinaan kepada kelompok Sasaran Khusus Rutan Kelas II B Kraksaan

GHANDEWA.News, Kraksaan, — Pembinaan penyuluhan keagamaan kembali digelar di Masjid Darut Taubah, Rutan Kelas IIB Kraksaan yang berlokasi di Jl. Raya Panglima Sudirman No. 69, Patokan, Kraksaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis pagi (07/08), menyasar para warga binaan pemasyarakatan sebagai bagian dari program pembinaan kerohanian.

Tiga penyuluh agama Islam dari Kecamatan Kotaanyar — Sayidina Ali, Slamet Hariyanto, dan Abdul Halim — hadir memberikan materi dakwah dan bimbingan rohani. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme dari para warga binaan yang mengikuti.

Materi pertama disampaikan oleh Sayidina Ali dengan tema “Janganlah Berputus Asa dari Rahmat Allah dan Selalu Berprasangka Baik atas Ketentuan-Nya”. Dalam penyampaiannya, Ali mengajak seluruh peserta untuk terus berharap kepada ampunan dan kasih sayang Allah, betapapun kelam masa lalu seseorang. Ia menegaskan bahwa berbaik sangka kepada Allah adalah bagian dari iman dan kunci dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya wushul (tersambung hati) kepada Rasulullah SAW dalam setiap keadaan dan di mana pun berada.

Selanjutnya, materi kedua dibawakan oleh Abdul Halim — yang akrab disapa Halim — dengan tema “Taubat An-Nasuha”. Dalam ceramahnya, Halim menjelaskan bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali kepada Allah dengan sungguh-sungguh. “Ampunan Allah lebih luas dari dosa-dosa yang kita perbuat,” ungkapnya dengan nada yang menyejukkan hati para peserta. Ia juga memotivasi para warga binaan untuk memanfaatkan masa pembinaan ini sebagai momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan taat kepada ajaran Islam.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin pembinaan rohani Islam di Rutan Kelas IIB Kraksaan dengan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, yang diharapkan mampu menjadi bekal spiritual dan moral bagi para warga binaan dalam menjalani masa hukuman dan kelak kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *